FISIP UIN Jakarta Pererat Pengembangan Mutu Perguruan Tinggi dengan FISIP UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Berita FISIP. Kamis 6 Agustus 2026 - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan akademik dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Kamis (6/8/2026) di Ruang Rapat lt.3 FISIP UIN Jakarta. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum berbagi praktik baik mengenai pengembangan mutu pendidikan tinggi, penjaminan mutu internal, akreditasi, pengelolaan jurnal ilmiah, hingga penguatan kerja sama antarfakultas.
Dr. Iding Rosyidin, Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP UIN Jakarta, membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasi atas kedatangan UIN Bandung dan berharap pertemuan ini dapat memperkuat sinergi serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antarperguruan tinggi, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Ketua Program Studi Sarjana Administrasi Publik Fitri Febriani Wahyu memimpin rombongan FISIP UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ia memberi tahu bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mempererat hubungan dan mempelajari praktik yang diberlakukan di FISIP UIN Jakarta, khususnya dalam manajemen program studi berakreditasi dan persiapan untuk akreditasi internasional.
Selain itu, Fitri menunjukkan bahwa FISIP UIN Sunan Gunung Djati Bandung saat ini memiliki tiga program sarjana, yaitu Administrasi Publik, Sosiologi, dan Ilmu Politik, serta tiga program magister yang masih dalam pengembangan. Pengalaman FISIP UIN Jakarta dalam mempersiapkan akreditasi internasional dianggap relevan sebagai referensi pengembangan institusi.
Prof. Dr. Dzuriyatun Toyibah, M.Si., M.A., Dekan FISIP UIN Jakarta, yang kemudian berpartisipasi dalam kegiatan, menyatakan bahwa kerja sama antar universitas hanya dapat diwujudkan dengan tindakan nyata. Dia berpendapat bahwa kolaborasi antarinstitusi adalah salah satu cara penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
"Kita tidak sedang bersaing, tetapi saling menguatkan. Jika satu kampus maju, maka kampus lain juga harus ikut berkembang. Standar mutu yang baik harus menjadi tujuan bersama," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya saling berbagi pengalaman dan praktik baik agar peningkatan mutu pendidikan dapat dirasakan secara merata di lingkungan PTKIN.
Selama sesi diskusi, pembahasan berfokus pada implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pengelolaan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), pengembangan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), hingga persiapan akreditasi internasional melalui Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA).
Tim FISIP UIN Jakarta menjelaskan perkembangan regulasi mengenai pengakuan akreditasi internasional. Meskipun kebijakan terbaru tidak lagi mengonversi akreditasi internasional menjadi akreditasi nasional, upaya memperoleh akreditasi internasional tetap dipandang penting karena menjadi bagian dari pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, sekaligus memperkuat reputasi institusi serta memperluas peluang kerja sama internasional.
Dalam sesi berbagi pengalaman, FISIP UIN Jakarta menyampaikan sejumlah rencana untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Strategi-strategi tersebut termasuk meningkatkan sistem penjaminan kualitas internal, digitalisasi layanan akademik, penyempurnaan dokumen RPS, dan pengembangan kurikulum yang didasarkan pada hasil pembelajaran.
Pembahasan juga menyoroti berbagai indikator kinerja program studi, seperti peningkatan publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa, perluasan kerja sama internasional, prestasi mahasiswa, serta peningkatan angka kelulusan tepat waktu. FISIP UIN Jakarta turut membagikan pengalaman dalam mempercepat penyelesaian studi melalui pelaksanaan seminar proposal sejak semester awal bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan akademik, disertai pembinaan penulisan artikel ilmiah yang terintegrasi dengan proses pembelajaran.
Selain aspek akreditasi, pengelolaan jurnal ilmiah menjadi salah satu topik penting dalam diskusi. FISIP UIN Jakarta membagikan pengalaman mengelola sejumlah jurnal terakreditasi, yaitu Politicon, Publikat, dan JKP-KP yang telah terakreditasi SINTA 2, serta Administrate dan Tamaddun yang terakreditasi SINTA 4. Pengembangan jurnal diarahkan menuju indeksasi Scopus melalui peningkatan kualitas artikel, penguatan tata kelola editorial, serta optimalisasi Open Journal System (OJS).
Dalam diskusi juga disampaikan bahwa pembiayaan pengelolaan jurnal didukung oleh fakultas, program studi, serta Article Processing Charge (APC) sesuai dengan tingkat akreditasi jurnal. Para peserta turut bertukar pengalaman mengenai strategi meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah melalui kolaborasi penelitian, keterlibatan dosen homebase dalam publikasi internasional, serta pemanfaatan dokumen kerja sama seperti MoU, MoA, dan PKS sebagai bukti capaian tridarma perguruan tinggi.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertukaran pengalaman mengenai penyusunan dokumen akreditasi, mekanisme visitasi internasional, pengelolaan sistem pembelajaran hibrida, pengembangan jurnal ilmiah, hingga strategi memenuhi indikator pada instrumen akreditasi nasional maupun internasional.
Melalui kunjungan akademik ini, FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pertemuan ini menjadi langkah nyata dalam membangun budaya mutu, memperkuat reputasi akademik, serta meningkatkan daya saing kedua institusi di tingkat nasional maupun internasional.(Riani)
