Penandatanganan Kerjasama FISIP UIN Jakarta dengan LP3ES
Berita FISIP. 26 Mei 2026 - Pada Senin 25 Mei 2026 telah dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FISIP UIN Jakarta dengan Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) untuk peningkatan kapasitas bidang literasi sosial, penelitian dan publikasi. Penandatanganan dilakukan oleh Prof. Dr. Dzuriyatun Toyibah, MA, M.Si selaku Dekan FISIP UIN Jakarta dan Fahmi Wibawa, M.BA sebagai Direktur Eksekutif LP3ES dilangsungkan di Kantor LP3ES di Cinere Depok. Kerjasama dengan LP3ES bersifat sangat strategis karena lembaga yang didirikan pada 10 Agustus 1971 merupakan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tertua dan memiliki pengalaman panjang sebagai LSM berpengaruh. Lembaga ini dibangun pada lingkungan Orde Baru dengan melibatkan nama-nama besar seperti Emil Salim, Ali Wardhana, Nono Anwar Makarim, Ismid Hadad, Dawam Rahardjo, Ignas Kleiden, Danel Dhakidae, serta tokoh lainnya. Sejumlah aktifis lembaga ini juga berhasil menjadi tokoh penting di pemerintahan, antara lain mantan Presiden Abdurrahman Wahid dan mantan Menkeu Rizal Ramli, dan juga akademisi berpengaruh seperti Azyumardi Azra, Didik J. Rachbini, Komarudin Hidayat, Fachry Ali, Saiful Mujani dan lainnya.
Dalam kiprah panjangnya LP3ES telah berhasil melatih banyak peneliti muda sehingga berhasil menjadi ilmuwan terkemuka Indonesia. LP3ES juga telah banyak melakukan riset soal ekonomi dan pembangunan yang membawa dampak luas bagi kebijakan nasional. Lembaga ini juga menerbitkan jurnal Prisma yang sangat terkenal, yang mengkaji berbagai persoalan sosial, ekonomi dan pembangunan. Melalui kerjasama ini, FISIP UIN Jakarta dan LP3ES, akan merancang sejumlah riset kolaboratif, pertukaran peneliti, pelatihan metode riset bagi para mahasiswa, penyelenggaraan diskusi dan seminar bersama. Pada kesempatan yang sama Prof. Dr. Dzuriyatun Toyibah tampil menjadi narasumber utama Diskusi Sosial Politik di Papua yang diselenggarakan oleh LP3ES dan dihadiri oleh sejumlah elemen masyarakat sipil, akademisi, dan mahasiswa.
